Bisnis Tanpa Produk, kok bisa?

Saya akan sharing mengenai pengalaman saya pertama kali terjun dalam bisnis internet. Berawal dari sebuah email yang entah nyasar atau emang disengaja dikirim ke saya. Yang isinya betapa membelalakkan kesadaran saya betapa ada mesin uang yang begitu mudah. Hanya dengan menyetor uang sekian puluh ribu, dalam waktu 4 minggu uang saya akan balik berlipat-lipat. Bila kurang beruntung, saya masih akan dapat sekian persennya, yang menurut saya jumlahnya masih lumayan menggiurkan. 800 Juta!

Sebenarnya saya tak begitu langsung percaya. Tapi karena penasaran, akhirnya saya gabung saja. Pikir saya waktu itu, kalau emang boongan, diikhlaskan saja. Saya jalankan bisnis itu sambil perlahan mempelajari sistem kerjanya. Saya baru menyadari untuk mendapatkan uang sebesar yang dijanjikan itu saya harus merekrut orang. Yang membuat saya bingung ketika ada member yang mau bergabung dan bertanya kepada saya. Benarkah saya akan dapat uang sebesar itu?

Kini saya sudah tak mengurusi bisnis itu lagi. Saya biarkan berjalan. Kalau ada yang tanya-tanya, ya saya biarkan. Kalau ada yang gabung, dengan sedikit rada menyalahkan, ya salahnya sendiri (egois juga ya…)

Sejujurnya saya merasa dilematis. Saya merasa melakukan penipuan. Saya telah membuat banyak orang bermimpi mendapatkan uang dengan begitu mudah. Dan entah sudah berapa banyak orang yang pada akhirnya kecewa setelah mengetahui cara kerja bisnis yang ternyata mengajak orang lain untuk bergabung tanpa tahu jelas apa itu produknya.

Saya kira teman-teman ada yang mengalami hal serupa. Atau justru kini tengah mengembangkan bisnis model beginian, dengan modus “jalan pintas menuju kebebasan finansial”, “Investasi menguntungkan” atau jualan ebook yang sebenarnya kita sendiri tak pernah tahu dan membuktikan sendiri kehandalan ebook itu. Dan celakanya turut memberikan testimoni-testimoni yang menyesatkan padahal boong-boongan. Saya sendiri masih menajalankannya secara terselubung Cry

Sayang, disaat internet masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat kita, namun fasilitas mewah ini ternyata tak dimanfaatkan untuk keperluan yang positif.

Bisakah kita menghentikannya? Maukah kita? Bagaimana menurut teman-teman?

PS. Artikel ini kali pertama saya posting di forum Bisnismu. Saya edit seperlunya saja. Forum ini bagus untuk anda yang sedang atau akan menekuni bisnis internet. Ada beberapa member yang sudah establish di dunia bisnis internet yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan anda, atau sekadar sharing pengalaman.

3 Comments »

  1. beasiswa said

    Artikel Mantabs bos Pertamax

  2. Salim Hsu said

    Ternyata pengalaman awal pebisnis online rata-rata sama saja🙂 join sana sini cuma ikut-ikutan.. klo sekarang ngeri ah join yang gituan cuma ngerusak kredibilitas..

  3. PULSA bisnis said

    salam kenal bos, kayaknya kita senasib😦

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: