Free Hosting atau Paid Hosting?

Sebenarnya tergantung planning dan orientasi kita. Kalau saya, selama bisa yang gratisan, buat apa pakai yang berbayar. Untuk paid review, saya memang masih memfokuskan pada blog gratisan. Tapi setelah ada insiden warning dari wordpress dan pernah juga dapat peringatan dari blogger, saya berpikir, untuk planning jangka panjang memang sebaiknya menggunakan hostingan sendiri. Namanya rumah sendiri, mau apapun kan lebih leluasa tak seperi jika masih ngekos, mau nginepin teman cewek masih mikir-mikir:)

Semuanya perlu proses, tak ada yang bisa datang secara tiba-tiba. Tiba-tiba blog punya page rank 4, punya pengunjung yang banyak, dollar datang sendiri ke paypal. Mimpi kali yee… Saya masih beruntung, ketika booming paid review pertengahan tahun 2007 lalu, saya sudah punya celengan lumayan blog yang sudah punya page rank 3-4. Dan setelah hampir enam bulan berjalan efektif, satu-persatu blog saya bertumbangan. Beberapa blog saya kini terpuruk dari page rank 3 ke 0. Padahal sejumlah paid review mempersyaratkan page rank, yang tak begitu rewel sponsored review, hanya saja jika dengan blog dengan PR di atas 3, harga reviewnya akan beda. Paling banter anda punya kesempatan menggarap review dengan harga rata-rata $5-an, yang akan anda terima bersih sekitar $3,XX.

Paid review, meski dalam waktu yang relatif singkat, saya akui telah banyak menyumbang pemasukan ke rekening saya. Lumayan, jadi punya tabungan. Jika dibanding Adsense yang secara tenaga saya lebih banyak mengeluarkan keringat, waktu yang relatif lebih lama. Dari sejak tahun 2004-an baru saja mau dapat check pertama setelah hampir setengah tahun ngeblog, akhirnya ke banned dan mulai lagi awal tahun 2005 sampai sekarang baru menerima dua kali check yang jumlahnya masih kalah jauh jika dibanding pemasukan yang saya dapatkan dari paid review yang saya jalani sekitar 6 bulan.

Tapi saya menolak, semua itu datang secara tiba-tiba, seperti ketika seorang teman yang tertarik ikutan paid review bertanya kepada saya. Saya bilang, kalaupun saya baru memulai 6 bulanan, tapi prosesnya sudah lebih dari dua tahun. Dan 2 tahun itu, ada masa jenuh, frustasi, putus asa, karena tenaga yang sudah dikeluarkan, juga biaya, tak sebanding dengan pendapatan yang sudah didapat. Untung saja, saya masih bisa menghibur diri, setidaknya saya ngeblog bukan hanya untuk mencari uang, tapi juga karena kesenangan.

2 Comments »

  1. […] silakan baca di review bisnis internet atau di get paid to blog […]

  2. ahmed said

    betul kang…internet bisnis pada prinsipnya sama dengan bisnis lainnya. perlu ketekunan dan kesabaran

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: